Nama Tony Fernandes sudah tak asing lagi di industri penerbangan. Dialah CEO Grup AirAsia, sebuah perusahaan penerbangan bertarif rendah yang berbasis di Malaysia.

Pengusaha yang bernama lengkap Dato’ Anthony Francis Fernandes pada Awal karir nya bukanlah sosok yang memiliki latar belakang kuat di dunia penerbangan. Sebelumnya ia bekerja sebagai Manager Director di Warner Music namun kemudian berhenti dari perusahaannya karena alasan yang sepele yaitu “semakin maraknya pembajakan”. Saat masih kecil, ia memiliki impian ingin mempunyai maskapai penerbangan. Impiannya pun terwujud pada tahun 2001. Ketika itu Tony Fernandes membeli Air Asia dari pemerintah Malaysia hanya dengan 25 pence atau sekitar 3500 rupiah.

Saat mulai menjalankan Air Asia, Tony mengamati ada peluang untuk membuat harga tiket pesawat menjadi lebih murah. Sehingga ia bisa bersaing dengan maskapai penerbangan yang lain. Hal itu ia lakukan dengan beberapa strategi misalnya melayani rute penerbangan yang jarak tempuhnya pendek sehingga kru tidak perlu menginap di hotel dan tiap hari bisa pulang. Kemudian ia juga mencari bandara yang sewanya tidak terlalu mahal. Tiket pesawat dijual online sehingga menghemat biaya kertas dan tak perlu sewa counter.

“Ketika saya pertama kali memulai Air Asia bersama Datuk Kamarudin, semua berpikir kami gila. Mereka mengatakan, kami tidak akan bisa menjalankan bisnis penerbangan. Jika kami mendengarkan perkataan mereka, kami akan menyerah sebelum memulai , Menurut pengusaha keturunan India yang lahir di Malaysia ini kesuksesan nya ini tentang kekuatan mimpi . dia membuktikan bahwa mimpi-mimpi yang dianggap sebagian orang mustahil itu, telah menjadi kenyataan.

Kejelian nya membuat Air Asia terus berkembang. Tahun 2002, Air Asia memulai bisnis ini dengan dua pesawat dengan memiliki 200 staf. Sementara tahun 2013 sudah memiliki 103 pesawat yang menerbangkan sekitar 32 juta orang ke seluruh dunia. Ia juga telah memiliki 10.000 staf.

“Saya berharap ini akan mendorong orang lain mengejar apa yang mereka impikan. Percaya tidak percaya, mimpi tidak mungkin dan tidak pernah tidak memiliki sebuah jawaban,” kata Tony yang tinggal di London yang juga memiliki Club sepakbola Queens Park Ranger (QPR).

“Sekalipun kamu gagal, itu tidak masalah, sebab setidaknya kamu telah berusaha dan dapat melakukannya lagi. Yakinlah, jangan dengarkan kata siapa pun dan tetap lanjutkan, ” kata Tony yang masuk dalam daftar 30 orang terkaya di Malaysia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *